Penyakit Pada Rahim Perempuan

 Berikut ini berbagai Penyakit Pada Rahim Perempuan.


Penyakit Pada Rahim Perempuan


    Penyakit Pada rahim perempuan tidak boleh dianggap remeh, karena rahim adalah alat reproduksi perempuan yang sangat penting untuk memiliki keturunan. Gangguan pada reproduksi ini disebabkan oleh banyak hal. Jika tidak diobati, maka akan berbahaya bagi kesehatan rahim perempuan dan bahkan berujung tidak dapat memiliki keturunan.

    Sebelum membahas penyakit rahim pada perempuan, ada baiknya kalian harus mengetahui apa itu rahim serta apa-apa saja yang terdapat oeh rahim. Agar kalian dapat menjaga kesehatan Rahim dengan baik dan benar.

    Rahim atau uterus adalah alat organ reproduksi bagi perempuan yang paling utama. Diujung rahim terdapat servik yang membuka kedalam vagina, dan salah satu ujungnya memiliki luas yang dianggap badan rahim disambung dengan kedua sisi dengan Tabung Fallopian. 

    Rahim memiliki berbagai bentuk dan ukuran organisme yang berbeda. Pada manusia berbentuk buah pir dan seukuran telur ayam. Rahim berada di pelvis dan dorsal ke kandung kemih dan ventral ke rektum. Rahim terdiri dari otot. Lapisan permanen itu yang paling dalam disebut endometrium.

    Berikut beberapa Penyakit Pada Rahim Perempuan.

1. Pendarahan Rahim Abnormal

Penyakit Pada Rahim Perempuan


        Pendarahan rahim abnormal saat haid yang tidak lancar. Kejadian ini dapat terjadi kapanpun. Meskipun begitu, ada waktu-waktu yang tertentu disaat wanita mengalami haid yang tidak teratur.

        Yaitu, saat seorang perempuan baru saja haid, yaitu pada usia sekitar 9-14 tahun. Atau pada masa perimenopause, yang dimulai pada usia sekitar 40 tahun.

        Pada masa ini, frekuensi haid yang memendek merupakan hal yang normal. Jumlah darah haid yang keluar lebih sedikit atau lebih banyak dri biasanya. 

        Menurut American College of Obsetricians and Gynecologists, perdarahan rahim abnormal terjadi apabila seorang wanita mengalami:

  1. Perdarahan atau flek di antara dua siklus haid dan setelah berhubungan intim.
  2. Volume darah haid berlebihan.
  3. Siklus haid lebih panjang dari 38 hari atau lebih pendek dari 24 hari.
  4. Haid tidak teratur, di mana perbedaan tiap siklus lebih dari 7-9 hari.
  5. Perdarahan muncul setelah menopause.
  6. Sebagian besar perdarahan rahim abnormal berakar pada ketidakseimbangan hormon reproduksi. Oleh sebab itu, pil KB kerap digunakan sebagai terapi lini pertama untuk mengatasinya.
2. Adenomiosis

Penyakit Pada Rahim Perempuan


        Penyakit rahim perempuan selanjutnya adalah Adenomiosis Dinding bagian dalam rahim dibentuk oleh jaringan endometrium, yang menebal atau menipis seiring dengan siklus menstruasi. Jaringan ini juga akan membusuk dan mengalir keluar sebagai darah haid. Ketika endometrium menyerang miometrium (miometrium), adenomiosis berkembang.

        Riwayat operasi caesar atau pengangkatan miom dapat menjadi faktor risiko terjadinya adenomiosis. Namun, penyebab pastinya masih belum diketahui.

        Yang pasti, kemunculannya tergantung dari hormon estrogen dalam tubuh wanita. Selama menopause, ketika produksi estrogen menurun, adenomiosis akan hilang dengan sendirinya.

        Seperti fibroid, adenomiosis terkadang asimtomatik atau hampir tanpa rasa tidak nyaman. Jika ada gejala, pada wanita dengan anak-anak, adenomiosis biasanya muncul di atas usia 35 tahun.
Terapi hormon dapat meredakan gejala-gejala ini. 

        Namun, satu-satunya cara untuk menyembuhkan adalah melalui histerektomi atau operasi pengangkatan rahim.

3. Mioma Rahim

Penyakit Pada Rahim Perempuan


        Mioma rahim merupakan adalah tumor jinak yang berasal dari jaringan otot rahim. Penyakit yang paling sering dialami oleh wanita usia 30-40 tahun dapat muncul di rongga rahim, di permukaan rahim, di dalam dinding rahim, atau menempel di dinding rahim melalui struktur batang.

        Mioma bervariasi dalam ukuran, bentuk, dan lokasi. Nomor hanya boleh satu atau lebih nomor dengan ukuran berbeda. Beberapa fibroid tumbuh lambat atau cenderung tidak berubah ukuran, tetapi beberapa tumbuh dengan cepat.

        Sebagian besar penyakit rahim ini asimtomatik dan tidak sengaja ditemukan selama pemeriksaan medis. Faktanya, 70% wanita di Indonesia menderita penyakit ini.

        Di antara mereka yang memiliki gejala, ketidaknyamanan yang paling umum adalah peningkatan aliran menstruasi, siklus menstruasi yang berkepanjangan atau lebih dari satu minggu, kram perut yang parah saat menstruasi, sering buang air kecil, sulit buang air besar, dan nyeri punggung atau paha bagian bawah.

        Mioma rahim jarang menjadi tumor ganas atau kanker. Oleh karena itu, jika ukurannya kecil, tidak bertambah jumlahnya, dan tidak menimbulkan gejala, tidak perlu mengangkat mioma. Dalam kasus ini, risiko menghilangkan mioma lebih besar.

4. Polip Rahim

Penyakit Pada Rahim Perempuan


        Polip rahim adalah pertumbuhan jaringan (benjolan) di dalam rahim. Lokasi polip rahim bisa ditemukan di rahim (polip endometrium) atau di leher rahim.

        Penyebab pasti penyakit rahim ini masih belum jelas. Namun, pengaruh hormon reproduksi wanita (yaitu, estrogen) berperan.

        Gejala polip rahim yang paling umum adalah haid dan bercak tidak teratur. Meski jarang, mungkin juga ada keluhan menstruasi yang berat atau menstruasi kembali setelah menopause. Dalam kebanyakan kasus, tidak ada keluhan.

        Untuk menghilangkan polip, diperlukan pembedahan. Prosedur ini disebut polipektomi. Tidak semua polip perlu dihilangkan, misalnya polip kecil yang tidak menyebabkan ketidaknyamanan dapat ditempatkan sendiri, sambil memantau perkembangannya secara teratur.

5. Kanker Rahim

Penyakit Pada Rahim Perempuan


        Kanker rahim adalah tumor ganas yang ditemukan di dalam rahim. Pada kebanyakan kasus kanker rahim, sel kanker berkembang di daerah endometrium (selaput rahim). Jenis kanker rahim lainnya juga telah ditemukan di otot rahim, termasuk tumor ganas.

        Penyakit rahim ini bisa diobati dengan beberapa cara. Misalnya pembedahan (histerektomi atau histerektomi), kemoterapi dan terapi penyinaran. Pilihan pengobatan biasanya tergantung pada stadium kanker saat didiagnosis dan kondisi pasien.

        Meski berbagai masalah rahim para wanita ini tidak selalu berbahaya, nyeri dan pendarahan hebat dapat mengganggu aktivitas dan kualitas hidup mereka. Anda mungkin juga mengalami kekurangan darah atau anemia.

6. Prolaps Rahim

        Prolaps Rahim sering disebut dengan uterine descent atau uterine descent. Jenis penyakit rahim pada wanita ini adalah suatu kondisi dimana rahim turun ke dalam vagina. Bahkan pada kasus yang parah, bisa muncul keluar dari lubang vagina.

        Penyebabnya adalah kelemahan otot dasar panggul, yang fungsinya untuk menopang rahim.

        Prolaps rahim lebih umum ditemui pada wanita berusia lanjut. Keluhan yang dirasakan misalnya merasa berat atau tertarik pada panggul dan sensasi duduk di atas bola atau ada yang keluar dari vagina.

        Penderita juga bisa mengompol atau bahkan kesulitan berkemih, masalah BAB, tampak benjolan yang keluar dari vagina, dll.

        Penanganan penyakit pada rahim ini bervariasi, bergantung pada keparahan kondisi. Penderitanya disarankan mengubah pola hidup, memakai alat pesarium dalam vagina, atau menjalani pembedahan.

        Beberapa perbaikan pola hidup yang dapat dilakukan, misalnya senam Kegel, mengatasi sembelit, menghindari angkat beban berat, atau mengangkat beban dengan postur yang benar.

    Oleh karena itu, jika Anda menjumpai keluhan serupa di atas, segera cari pertolongan medis.


LihatTutupKomentar